Film

Review Film: Marlina si Pembunuh Dalam Empat Babak

Written by Tri Wahyudi

Bagi kamu pencinta film Indonesia ada kabar baik, Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak sudah kembali ke tanah air. Setelah berkelana di beragam festival film internasional, film karya Mouly Surya tayang di bioskop November ini.  Cerita film ini ditulis oleh Mouly Surya dan Rama Adi dengan ide cerita dari Garin Nugroho.

Dengan judul internasional Marlina the Murderer in Four Acts, film ini diceritakan dalam 4 chapter. Marlina merupakan seorang janda muda yang tinggal sendiri di perbukitan sabana Sumba. Datanglah tamu tak diundang alias perampok yang merampas ternak hingga harga dirinya. Tinggal sendiri dan memendam emosinya, Marlina pun mencoba meluapkannya dengan  menebas kepala sang bos perampok dan meracun 4 anak buahnya.

Berikutnya ia melakukan perjalanan dengan menuntut keadilan dengan membawa-bawa kepala sang perampok. Mencoba menaiki truk hingga kuda,  dalam perjalanan itu muncul perampok tanpa kepala yang terus membayangi dirinya. Ia pun tak  menyerah hingga sampai di kantor polisi walau anak buah perampok lainnya mengejar untuk mengambil kepala bosnya. Apakah keadilan berpihak di Marlina?

Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak menampilkan sinematografi indah dari Sumba. Rasanya ingin berlari-lari di bukit ketika Marlina menunggu bus truk, di balik keindahan lokasi yang memukau kita pun diperlihatkan sulitnya akses transportasi di Sumba. Semoga dengan adanya film ini pemerintah ada yang membenahi permasalahan ini.

Berbicara akting, sudah lama rasanya tidak melihat akting Marsha Timothy.  Di sini istri dari Vino G Bastian terlihat mantap memerankan Marlina.  Penderitaan Marlina sukses disampaikan oleh Marsha Timothy, puncaknya yang sungguh ketika Marlina menangis terisak dan dipeluk anak perempuan di sebuah warung setelah melapor ke kantor polisi. Sekali lagi, kritikan yang dilontarkan Mouly  Surya mengenai  polisi yang tidak bisa diharapkan perannya.

Berikutnya  akting Dea Panendra  yang cukup mencuri perhatian, pasalnya ia berperan sebagai Novi teman Marlina yang sedang hamil besar namun belum juga melahirkan.  Sang perampok tanpa kepala alias Egi Fedly pun sukses menjadi sosok yang bengis dan biadap. Selain itu ada perampok paling muda yang diperankan oleh Yoga Pratama. Mereka pun melengkapi film ini.

Intinya  Mouly Surya ingin menyampaikan sulitnya mencari keadilan di tanah air ini. Tak melulu sadis, ia pun menyelipkan momen jenaka, sesak dan haru dalam film yang bergenre satay western ini.

Sejauh ini  Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak wajib ditonton. Pencarian keadilan sesungguhnya ada di film ini bukan di film pahlawan super tetangga yang sedang ramai-ramainya. Mereka boleh bangga punya Wonder Woman, tapi Indonesia bangga punya Marlina.

Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak tayang di bioskop 16 November 2017. Yuk dukung film Indonesia dengan menontonnya!

 

Baca juga:

Review Film: Istirahatlah Kata-Kata, Menolak Lupa Wiji Thukul

Review Film: Kisah Inspirasi Penuh Haru di Film 9 Summers 10 Autumns

 

 

About the author

Tri Wahyudi

✏️ Blog writer | Social media enthusiast | Watch a lot movies | Instagram+ Snapchat -> yudichu

Leave a Comment