Film

Kisah Inspirasi Penuh Haru di Film 9 Summers 10 Autumns

Written by Tri Wahyudi

Banyak film yang bisa memberikan inspirasi dalam hidup, salah satunya film Indonesia garapan Ifa Isfansyah “9 Summers 10 Autumns” yang rilis pada 25 April 2013. Film drama ini diadaptasi dari novel karya Iwan Setyawan yang berjudul sama. Penulisan naskah pun dikerjakan oleh si penulis novel, sutradara dan Fajar Nugros.

9 Summers 10 Autumns mengisahkan perjalanan hidup Iwan Setyawan (Ihsan Tarore),  Iwan atau sering dipanggil Bayek anak lelaki satu-satunya dari supir angkot di kota Batu, Jawa Timur yang sukses meniti karir di kota New York menjadi seorang direktur. Perjalanan Iwan tidak mudah, Bapaknya Abdul Hasyim (Alex Komang) yang berharap Iwan bisa menjadi lelaki tangguh dan membantu dirinya menarik angkot. Tak bisa menjadi impian Bapaknya, Iwan yang penakut dan pemalu, nyatanya cerdas dan jago matematika, dirinya pun bermimpi ingin memiliki kamar sendiri karena rumahnya yang sempit dan harus berbagi kamar dengan saudari perempuannya.

Pendidikan menjadi jalan keluar satu-satunya dari kemiskinan keluarga ini, Iwan pun menjadi siswa berprestasi dan masuk ke jurusan Statiska IPB (Institut Pertanian Bogor) lewat jalur PMDK. Ibunya Ngatinah (Dewi Irawan) mendukung sepenuhnya keinginan Iwan, namun Iwan harus memilih pergi kuliah atau tetap di Batu membantu Bapaknya.

Dengan alur maju mundur, kita di bawa melihat sosok Iwan di kota New York, dirinya merasa kesepian dan rindu keluarganya, kemudian meningatkan dirinya akan masa kecilnya.  Iwan kecil diperankan oleh Shafil Hamdi Nawara, yang menurut saya sangat memukau. Beragam cerita masa kecil digambarkan dengan detail oleh Ifa Isfansyah, seperti ketika Iwan pertama kali masuk sekolah dan takut, Bapaknya menasehati dengan berkata “Kamu itu anak lanang harus berani. Dunia itu milik orang pemberani. Seharusnya kamu yang menunggu ibu kamu”. Tak diragukan lagi akting dari aktor kawakan Alex Komang, momen emosional pun ketika Bapaknya menerima kabar Iwan diterima di IPB dan berkata “Bogor enggak butuh kamu, yang butuh rumah ini.”

Kemudian kegigihan Iwan dalam belajar, ada adegan yang membuat saya merinding ketika Iwan belajar di tengah malam, Ibunya bertanya “kamu enggak takut?”, dirinya pun menjawab “Iwan ndak takut hantu buk, Iwan takut miskin”. Dewi Irawan pun sukses menjadi sosok Ibu yang sepenuhnya mendukung impian anak walau harus menjadi amuk Bapak, tentunya momen ini  membuat mata saya berkaca-kaca.

Penyanyi jebolan  Indonesian Idol, Ihsan Tarore bermain cukup menjiwai karakter Iwan, ketika masa SMA hingga bekerja di Jakarta sebagai data analis yang handal.  Namun ketika berada di New York terasa hambar dan kurang greget.  

 

Tepuk tangan untuk Ifa Isfansyah yang berhasil menggambarkan masa ke masa secara apik, mulai dari televisi hitam putih, buku pelajaran SD, ponsel jadul hingga bilik wartel yang ditampilkan terasa kita berada di tahun tersebut. Tak ketinggalan dalam film ini diselipkan kisah Krisdayanti yang merupakan sekampung dengan Iwan Setyawan, mereka berdua pernah mengikuti lomba Porseni tahun 1983.

Film ini pun  didukung penampilan Dira Sugandi, Agni Pratistha sebagai saudara perempuan Iwan, Ade Irawan sebagai nenek Iwan dan Hayria Faturrahman sebagai sahabat Iwan sejak kecil. 9 Summers 10 Autumns sukses menjadi film biopik penuh inspirasi dan dukungan pertama yang kita dapat semua berawal dari keluarga.  Kita tidak bisa memilih masa lalu namun kita bisa memilih masa depan.

 

Foto: Angka Fortuna Sinema

About the author

Tri Wahyudi

✏️ Blog writer | Social media enthusiast | Watch a lot movies | Instagram+ Snapchat -> yudichu

1 Comment

Leave a Comment