Film

Review Film: Reuni Z Kisah Dua Sahabat yang Berakhir Tawa

Written by Andrian

Mengusung tema horor komedi ke layar lebar pada tanggal 12 April 2018, film yang diarsiteki oleh penyiar radio sekaligus standup comedian Soleh Solihun membawa suasana baru di tahun 2018. Reuni Z dibintangi oleh Soleh Solihun, Tora Sudiro, Ayushita Nugraha, Dinda Dewi, Surya Saputra dan masih banyak lagi. Reuni Z menceritakan tentang kisah sahabat masa sekolah yang sudah lama tidak bertemu dan dipertemukan dalam reuni yang diselenggarakan oleh sekolah yang bernama sekolah Zenith.

Kisah dua sahabat yang sudah lama memendam rasa benci ini menjadi jalan cerita utama, konflik antara dua sahabat yang tergabung dalam satu band SMA terasa sangat kental. Sepertinya Soleh Solihun dan Tora Sudiro menghayati perannya masing-masing.

Baca juga:  Review Film: Panglima Tempur itu Bernama Dilan

Tapi sepertinya chemistry antara Soleh Solihun dan Tora Sudiro tatapan matanya tidak terasa teman yang sudah lama tidak bertemu, mungkin jika Tora Sudiro disandingkan dengan Surya Saputra agak memiliki chemistry yang kuat antara mereka berdua, karena mereka berdua pernah bermain film bersamaan, Arisan contohnya.

Mayat hidup pada film Reuni Z tidak ada yang berjenis lokal (pocong, kuntilanak, genderuo, dan susana) tapi berjenis zombie yang ditemukan pada film horor luar negri, zombie- zombie sangat totalitas, makeupnya bagus dan hampir semua zombie menghayati perannya masing masing. Ya kita patut mengapresiasi makeup mayat hidup pada film ini, tidak asal jadi seperti film horor komedi yang sering ditemukan di film-film lokal.

Kualitas gambar pada film Reuni Z agak sedikit mengecewakan, entah layar bioskop yang saya tonton atau kualitas kamera yang digunakan. Banyak frame dalam film ini yang seperti tidak fokus, saya melihat ada bias pada muka pemain, khususnya di ruang pesta. Dugaan saya kamera gagal mengambil fokus karena banyak benda benda mengkilap seperti hiasan pesta.

Untuk kamu yang menyukai ciri khas lawakan Soleh Solihun pasti akan tertawa tidak henti hentinya, karena Reuni Z kental sekali oleh lawakan lawakan sang arsitek film ini. Pada saat saya menyaksikan film ini banyak penonton yang tertawa terbahak bahak dan teriak, sepertinya sang arsitek Reuni Z sukses membawa penonton pada jalan cerita yang dibuat.

Kalau kamu punya waktu luang dan lagi suntuk memikirkan kulaih atau pekerjaan, tidak ada salahnya menonton Reuni Z. Apalagi kamu para remaja masa kini yang suka dengan Kenny Austin pasti keluar dari bioskop senyum senyum manja. Tapi harus di-ingat jangan senyum manja ke penjaga bioskop, takutnya kamu dikira sesuatu. Terakhir jangan takut makan bakso green tea karena bakso itu enak dan green tea itu menyegarkan.

Baca juga: Review Film: Marlina si Pembunuh Dalam Empat Babak 

 

About the author

Andrian

Suka makan | Seneng jalan jalan

Leave a Comment